Archive | Oktober 2010

DETIK-DETIK TSUNAMI MENERJANG MENTAWAI



http://www.youtube.com/v/_2nsc55bqfY?hl=en&fs=1




Kepanikan saat tsunami menerjang Mentawai, Sumatra Barat, 25 Oktober lalu, direkam Sebastian Carvalho, peselancar asal Cile. Carvalho merekam situasi mencekam itu di Resort Macaronis, Pagai Utara. 

Dalam video tersebut, kepanikan benar-benar menyelimuti resort indah itu. Tsunami membuat semua orang lari ke tempat lebih tinggi. Menurut Calvalho, momen itu betapa menakutkannya momen itu. 

“Suaranya datang seperti kereta yang tidak terkendali. Kami langsung berlari ke bagian atas bangunan, beberapa orang yang sepertinya masih jauh, mereka terus berlari,” kata Carvalho kepada SCTV, Sabtu (30/10). “Peristiwa di Resort Macaronis di Mentawai ketika tsunami saya pikir adalah momen paling menakutkan dalam hidup daya.” 

Beruntung, Carvalho bersama 19 tamu dan delapan staf warga lokal di resort itu selamat. Namun, Selasa pagi, tidak ada lagi di Resort Macaronis. Yang tersisa hanyalah puing-puing yang mengotori keindahan pulau yang menjadi favorit peselancar dunia itu. 

Di Desa Munte, yang terpencil di Pagai Utara, kedahsyatan tsunami meninggalkan bekas. Sampah-sampah serta puing puing yang dihempas tsunami berserakan bersama dengan jenazah. Tidak hanya itu, wilayah ini juga terputus oleh lautan selama dua hari saat ombak naik. Baru Jumat kemarin warga Munte yang selamat menguburkan jenazah anggota keluarga mereka yang menjadi korban amukan tsunami.(BOG)

Iklan

TSUNAMI INDONESIA

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, melaporkan korban tewas akibat tsunami yang terjadi semalam mencapai 21 orang tewas dan 240 lainnya hilang. Ketua BPBD Pagai Selatan, Joskamatir, menyatakan, personelnya masih melakukan upaya pencarian.

Menurut Jos, saat dihubungi Selasa 26 Oktober 2010, kondisi terparah dialami Dusun Belerakso, Desa Malakopak, Pagai Selatan. Di dusun itu, korban tewas sudah mencapai 16 orang.

Dusun ini terletak paling selatan gugusan Kepulauan Mentawai, sehingga paling dekat dengan episentrum gempa 7,2 skala Richter yang terjadi pukul 21.42 semalam. Dari Ibukota Kepulauan Mentawai, Tuapejat, butuh waktu 11 jam dengan perahu bermotor mencapainya.

Sementara itu, BPBD Sumatera Barat menyampaikan akan mengirimkan tim pembawa bantuan ke Pulau Sikakap, pulau paling selatan di Kepulauan Mentawai itu. Seperti halnya dari Tuapejat, perjalanan dari Kota Padang menuju Sikakap ini juga mencapai 11 jam perjalanan laut.

Tsunami yang menghantam Pagai Utara Selatan terjadi 15 menit pasca gempa 7,2 Skala Richter juga merusak sejumlah kawasan di Kabupaten Mentawai. Kawasan resort Makaroni dikabarkan

rusak berat akibat diterjang tsunami. Kapal pesiar yang ditumpangi turis asing juga dikabarkan masih hilang kontak.